Swish & Dunk Season 1: rangkuman lengkap

Dua puluh dua pekan musim reguler, empat belas grup dari Divisi 1 sampai Divisi 10, Swish & Dunk Cup dengan 160 klub, Piala Dunia dengan delapan tim nasional, dan pasar transfer yang memutar hampir setengah miliar dolar. Season 1 Swish & Dunk berakhir pada 16 September 2026 dan meninggalkan juara yang tak diduga siapa pun, unggulan yang runtuh di saat paling penting, pertandingan 55 poin, dan rekor transfer yang sulit dipecahkan. Inilah rangkuman lengkapnya: semua divisi, Piala, Piala Dunia, penghargaan, pemimpin statistik, penampilan paling berkesan, transfer, pemain muda berbakat, dan nilai kami untuk para pemain yang menentukan musim ini.

Season 1 secara singkat

DivisiTeratas di musim regulerJuaraFinalMVP Final
Div 1Washington Sorcerers (19-3)Milwaukee Warlocks2-1 atas WashingtonMilo Towns
Div 2New Orleans Druids (20-2)Belgrade Gladiators2-1 atas New OrleansHonore Lambert
Div 3San Diego Pharaohs (20-2)Bilbao Destroyers2-0 atas Buenos AiresZarko Nedic
Div 4Tampa Angels (20-2)El Paso Marauders2-1 atas ColumbusDjuro Ercegovac
Div 5Montevideo Wallabies (19-3)Hamburg Gorillas2-0 atas QingdaoLorenzo De Luca
Div 6Brussels Bison (20-2)Osaka Sentinels2-0 atas TaipeiHelmut Pape
Div 7Edmonton Enforcers (21-1)Bucharest Warriors2-1 atas TunisZeno Ferrara
Div 8Eschilo Lakers (19-3)Eschilo Lakers2-0 atas NassauSlavko Dukic
Div 9 ASuzhou Cyclops (17-5)Jakarta Planets2-1 atas AbujaTimoleon Christodoulou
Div 9 BDaegu Apollo (18-4)Panama City Chiefs2-1 atas ZurichJeffrey Dukes
Div 10 ADelhi Tornadoes (18-4)Niamey Tortoise2-0 atas DelhiManuel Cardenas
Div 10 BMaputo Starfish (17-5)Dar es Salaam Squids2-0 atas BamakoIpolitas Zukauskas
Div 10 CCusco Kudus (18-4)Cusco Kudus2-0 atas LubumbashiMeletios Xydias
Div 10 DSG RioThunder (17-5)Goa Flames2-1 atas AntananarivoNikitas Zaharias

Musim dalam angka

Season 1 berlangsung dari 26 Agustus sampai 16 September 2026. Piala dimulai lebih dulu, pada 26 Agustus, dan liga sehari kemudian. Musim reguler berakhir pada 13 September, playoff berlangsung tiga hari, dan pada 17 September Season 2 sudah berjalan. Inilah ritme yang kami gambarkan saat membahas bagaimana game manajer berubah dalam 20 tahun terakhir: satu pertandingan sehari, musim sekitar tiga minggu, dan waktu untuk berpikir di antara dua pekan.

Formatnya sama di semua grup. Enam belas tim memainkan 22 pertandingan musim reguler. Delapan besar lolos ke playoff, dengan perempat final dan semifinal satu pertandingan serta final best-of-three. Kedua finalis promosi dan dua tim terbawah degradasi. Secara keseluruhan, liga dan playoff menghasilkan:

Setiap pertandingan itu disimulasikan penguasaan demi penguasaan oleh mesin permainan, yang kami jelaskan secara rinci di cara kerja mesin permainan Swish & Dunk. Inilah kisah-kisah yang mereka ceritakan.

Divisi 1: Milwaukee lagi

Kasta tertinggi adalah grup paling ketat musim ini. Washington Sorcerers finis teratas dengan 19-3, satu kemenangan di depan Milwaukee Warlocks dan Philadelphia Isis yang sama-sama 18-4. Di belakang mereka ada Oklahoma City dengan 17-5, lalu Denver, Portland, dan Indianapolis dengan 16-6. Tujuh tim dalam jarak tiga kemenangan.

Angka-angka sudah mengarah ke Milwaukee sejak awal: selisih poin +813, terbaik di divisi, dan kemenangan 137-44 atas Houston pada 11 September. Philadelphia punya serangan terbaik (2.441 poin), Denver punya pertahanan terbaik (hanya kemasukan 1.471 poin) sekaligus kemenangan terbesar musim ini, 144-40 atas San Francisco pada 4 September, dengan Wolfgang Abt mencatat 34 poin, 9 assist, dan 12 steal.

Di playoff, para unggulan bertahan sampai final. Milwaukee menyingkirkan Portland dan Philadelphia, sementara Washington melewati Los Angeles Freya lalu Denver, yang di perempat final menyingkirkan Oklahoma City. Final menjadi seri terbaik musim ini. Washington memenangi gim 1 dengan skor 99-90 lewat perpanjangan waktu, Milwaukee membalas 113-85 di gim 2, dan di gim 3, di kandang lawan, Warlocks menutupnya 92-81. Milo Towns, yang baru bergabung pada 2 September, terpilih sebagai MVP Final dengan rata-rata 15,7 poin. Milwaukee juga sudah menjuarai Divisi 1 di pramusim: ini gelar beruntun, dan kini Warlocks adalah tim yang harus dikalahkan.

Di dasar klasemen, Cleveland Barbarians menjalani musim terburuk di gim ini: 1-21, hanya 1.087 poin dicetak, dan terdegradasi bersama Houston Anubis. Beograd dan New Orleans naik menggantikan mereka.

Klasemen sebuah grup Swish & Dunk yang dibagi menjadi konferensi Timur dan Barat
Klasemen sebuah grup Swish & Dunk: 16 tim, 22 pertandingan, delapan besar lolos ke playoff.

Divisi 2 sampai 4: para unggulan tumbang

Divisi 2: Beograd dan transfer Cesar Leon

New Orleans Druids mendominasi musim reguler dengan 20-2, tetapi gelar jatuh ke Belgrade Gladiators (19-3). Di final, Beograd memenangi gim 1 dengan skor 103-90 di New Orleans, kalah di gim 2 di kandang, lalu menutupnya 109-86 di gim 3. Honore Lambert menjadi MVP Final (rata-rata 18,7 poin dalam seri), sementara Nerijus Kavaliauskas menyumbang 18,7 poin dan 8,3 rebound. Langkah penentu Beograd terjadi di pasar: pada 10 September klub ini membeli playmaker Cesar Leon seharga 1,59 juta dari Milwaukee, yang baru dua hari sebelumnya membayar 1,60 juta untuknya. Kedua finalis naik ke Divisi 1.

Kisah individu divisi ini tetap milik Darius Gedvilas. Dalam 14 pertandingan bersama Orlando Mystics ia mencatat rata-rata 29,0 poin, 7,2 assist, dan 3,9 steal, dan pada 31 Agustus mencetak 55 poin di Atlanta dengan 17 dari 24 tembakan, 8 tripoin, dan 11 assist: performa mencetak poin terbaik musim ini. Lalu, di pekan terakhir musim, Gedvilas dijual ke Brasília di Divisi 5. Itu tidak menghalanginya meraih MVP dan Pemain Bertahan Terbaik Divisi 2. Moskow dan Zagreb terdegradasi. Musim Zagreb bisa diringkas dengan kekalahan kandang 39-130 dari Milan.

Divisi 3: Bilbao juara, San Diego berantakan

Dua tim finis dengan 20-2: San Diego Pharaohs, dengan serangan terbaik di seluruh gim (2.498 poin), dan Bilbao Destroyers. Hanya Bilbao yang sampai di garis akhir. San Diego, juara Piala sepuluh hari sebelumnya, menjual Simeun Nikolic dan Gerd Arnold setelah turnamen, kehilangan Milos Zecic di hari-hari terakhir musim, dan kalah di semifinal dari Buenos Aires Wolfhounds. Unggulan keenam itu juga mencetak skor tim tertinggi musim ini: 150 poin di kandang Las Vegas.

Finalnya berat sebelah: Bilbao menang 102-85 dan 98-74, dengan Zarko Nedic sebagai MVP Final (20,5 poin dan 7 rebound). Penghargaan MVP jatuh ke Milos Zecic (rata-rata 20,7 poin bersama San Diego). Pemain Bertahan Terbaik adalah Salvador Uribe dari Kansas City, playmaker 22 tahun dengan 22,4 poin dan akurasi tripoin 50,9%, salah satu dari sedikit pemain yang memenangi penghargaan yang sama di pramusim dan di Season 1. Pertandingan terbaik divisi ini: Kansas City 123, San Diego 118 lewat perpanjangan waktu. Ljubljana (1-21) dan Cincinnati terdegradasi.

Divisi 4: kebangkitan El Paso

Tampa Angels memenangi 20 dari 22 pertandingan, tetapi kalah di semifinal dari Columbus Dominators, unggulan kelima. Final melawan El Paso Marauders dimulai buruk bagi El Paso: kalah 72-106 di kandang. Setelah itu El Paso menang 90-76 di Columbus dan 94-80 di kandang. Djuro Ercegovac menjadi MVP Final, sedangkan Gerard Vasseur adalah pencetak poin terbanyak seri dengan rata-rata 20 poin. Sejak itu El Paso tak berhenti menang: pada 26 September mereka juga menjuarai Piala Season 2.

MVP dan Pemain Bertahan Terbaik divisi ini adalah orang yang sama: Waldemar Muller dari San Juan Captains, dengan 23,1 poin dan 3,7 steal per gim, serta pertandingan 40 poin dan 10 steal melawan Perth pada 3 September. Austin mencatat kemenangan terbesar divisi, 144-52 atas Turin. Perth dan San Jose terdegradasi.

Divisi 5 sampai 7: rekor 21-1 Edmonton tak cukup

Divisi 5: Hamburg, pertahanan terbaik juara

Tiga tim finis dengan 19-3 (Montevideo, Qingdao, Brisbane), tetapi juaranya tim keempat: Hamburg Gorillas, 18-4 dengan pertahanan terbaik di divisi (kemasukan 1.514 poin). Hamburg menyingkirkan Beirut dan unggulan pertama Montevideo, lalu menyapu bersih Qingdao di final: 77-70 di kandang lawan dan 108-62 di kandang sendiri. Center Lorenzo De Luca menjadi MVP Final (15,5 poin dan 7,5 rebound), dengan guard Danilo Miskovic sebagai pencetak poin terbanyak dengan rata-rata 19 poin.

MVP-nya adalah Joaquin Montero dari Qingdao (rata-rata 21 poin), yang musimnya dimulai dengan unik: ia memainkan laga pertamanya untuk Eschilo Lakers, yang menjualnya ke Qingdao setelah satu penampilan. Pemain Bertahan Terbaik adalah Nebojsa Lukic dari Montevideo (9,6 rebound). Montreal (2-20) dan Nice terdegradasi.

Divisi 6: Osaka dari posisi kelima

Brussels Bison (20-2) dan Sofia Knights (19-3) memimpin musim reguler. Gelarnya justru jatuh ke Osaka Sentinels, peringkat kelima dengan 15-7. Osaka menang di Auckland, mengalahkan Kyiv di semifinal, dan menyapu bersih Taipei di final: 104-86 di kandang lawan dan 92-89 di kandang sendiri. MVP Final Helmut Pape mencatat 22,5 poin dan 6,5 steal per gim dalam seri itu, angka yang luar biasa.

MVP divisi adalah Gunther Schmid dari Taipei (21,8 poin, tripoin 52,8%), dan Pemain Bertahan Terbaik adalah Faustinas Balciunas dari Auckland, dengan rata-rata 24,5 poin dan 3,4 steal serta pertandingan 53 poin dan 8 steal melawan Teheran. Ottawa dan Belo Horizonte terdegradasi.

Divisi 7: kejutan Edmonton

Edmonton Enforcers punya rekor terbaik di seluruh gim: 21-1. Mereka memiliki pemain paling efisien musim ini, center Pierrick Gaillard (21,3 poin, 12,7 rebound, 59,1% tembakan dan 51% tripoin), serta playmaker 22 tahun Daniel Munoz dengan rata-rata 22,9 poin. Mereka mengalahkan Budapest di perempat final. Lalu mereka kalah di semifinal di kandang sendiri dari Bucharest Warriors. Satu pertandingan, dan musim 21-1 itu pun berakhir.

Bukares kemudian memenangi final melawan Tunis Barracudas: 102-70 di Tunis, 84-97 di kandang, dan 103-90 di gim 3. Zeno Ferrara menjadi MVP Final dengan rata-rata 23,3 poin. MVP divisi adalah Reinaldo Uribe dari Tunis: 23,5 poin per gim, tripoin 56,6%, dan pertandingan 51 poin dengan 15 dari 18 tembakan melawan Porto. Pemain Bertahan Terbaik adalah Xristos Bakas dari Winnipeg, yang di pekan terakhir mencetak 35 poin dengan 10 steal. Dorian Spruill dari Curitiba mencatat performa mencetak poin terbaik kedua musim ini: 54 poin dengan 19 dari 22 tembakan dan 10 tripoin. Kyoto dan Helsinki terdegradasi.

Divisi 8 sampai 10: delapan juara dan banyak kejutan

Divisi 8: pembangunan ulang Eschilo Lakers

Tak ada klub yang memanfaatkan pasar seperti Eschilo Lakers. Antara 26 Agustus dan 16 September mereka menyelesaikan lebih dari selusin transfer, termasuk Baltasar Garcia yang dibeli seharga 1,08 juta dan dijual lagi dua hari kemudian seharga 1,14 juta, serta Marquez Washington yang mencetak rata-rata 21 poin dalam tujuh penampilan sebelum dijual ke Kyiv. Inti tim yang tersisa, dengan Andrea Esposito di posisi center, Nicola Caruso sebagai playmaker, dan Slavko Dukic yang didatangkan dari Austin seharga 1,12 juta pada 4 September, finis dengan 19-3.

Di playoff, Lakers tak tersentuh: mereka mengalahkan Kaohsiung dan Fukuoka, lalu melibas Nassau Ajax di final, 104-61 dan 115-60, final paling timpang musim ini. Dukic menjadi MVP Final. Nassau, peringkat keenam musim reguler, sebelumnya menyingkirkan Maracaibo (19-3) dan Amman (18-4, pertahanan terbaik di divisi), yang forward-nya Omari Dandridge, 22 tahun dengan rating 93, termasuk pemain paling efisien di gim. MVP divisi adalah Eimantas Dagilis dari Maracaibo, yang mencatat 20,9 poin dan 13,5 rebound setelah datang dari Rio de Janeiro; Pemain Bertahan Terbaik adalah Yann Martinez dari Fukuoka. Matteo Lombardo dari Wuhan mencatat 47 poin, 12 rebound, dan 8 assist dalam satu pertandingan. Rotterdam dan Jenewa terdegradasi.

Divisi 9: kedua unggulan pertama langsung tersingkir

Di Grup A, Suzhou Cyclops finis teratas dengan 17-5 dan kalah di perempat final dari Riyadh, peringkat kedelapan dengan 11-11. Gelar jatuh ke Jakarta Planets, peringkat kelima, yang mengalahkan Abuja Ferrets (peringkat ketujuh) 2-1 di final. MVP Final mereka, Timoleon Christodoulou, datang dari Antananarivo pada 11 September setelah mencetak 50 poin dalam satu pertandingan Divisi 10. MVP grup adalah Nikolas Fiedler dari Abuja (20,2 poin dan 6,6 assist), yang di pramusim sudah menjadi MVP dan Pemain Bertahan Terbaik. Dubai Centaurs dan Tijuana Colonels memainkan pertandingan dengan poin terbanyak musim ini: 137-130 setelah dua perpanjangan waktu, total 267 poin.

Grup B mengikuti skenario yang sama. Pemuncak klasemen, Daegu Apollo (18-4), tersingkir di perempat final oleh Zurich Huskies, peringkat kedelapan dengan 10-12, yang kemudian melaju ke final. Di sana Panama City Chiefs menang 2-1, dengan Jeffrey Dukes sebagai MVP Final. MVP-nya adalah Otto Klein dari Daegu (23,5 poin, 49 poin melawan Kingston). Lino Caruso meraih penghargaan Pemain Bertahan Terbaik setelah pindah dari Lahore ke Luxembourg, tempat ia mencatat 24,4 poin dan 3,9 steal: ia satu-satunya pemain musim ini yang meraih penghargaan di dua divisi berbeda, karena untuk paruh pertama musimnya ia juga terpilih sebagai MVP Divisi 10.

Kejatuhan paling menyakitkan dialami Avignone Warriors: juara Divisi 10 di pramusim, promosi, lalu finis terakhir di Grup A dengan 5-17. Mereka kembali ke Divisi 10 bersama Den Haag, Sapporo, dan Kingston.

Divisi 10: empat grup, empat kisah

Kedelapan finalis Divisi 10 naik ke Divisi 9.

Swish & Dunk Cup: kebangkitan San Diego

Edisi kedua Swish & Dunk Cup dimulai pada 26 Agustus dengan 160 klub dari semua divisi. Formatnya gugur satu pertandingan: tidak ada kesempatan kedua dan tidak ada perlindungan untuk tim besar. Setelah delapan babak, juaranya adalah tim dari Divisi 3.

Kejutan-kejutan

Kejutan terbesar terjadi di babak kedua: Monrovia Gecko dari Divisi 10 mengalahkan Portland Goblins dari Divisi 1 dengan skor 80-79. Alexandria Weasels dari Divisi 9 menyingkirkan El Paso (Divisi 4) dengan selisih satu poin lalu Brasília (Divisi 5), hingga mencapai babak 16 besar. Di babak itu Beijing Kings dari Divisi 4 mengalahkan Oklahoma City (Divisi 1) 115-94, lalu menghancurkan Milan 86-56 di perempat final: tim Divisi 4 di empat besar.

BabakPertandinganSkor
Perempat finalAustin Leviathan vs Kansas City Berserkers70-98
Perempat finalSan Diego Pharaohs vs Minneapolis Templars84-60
Perempat finalMilan Orcas vs Beijing Kings56-86
Perempat finalColumbus Dominators vs Milwaukee Warlocks86-98
SemifinalKansas City Berserkers vs San Diego Pharaohs82-84
SemifinalBeijing Kings vs Milwaukee Warlocks66-100
FinalSan Diego Pharaohs vs Milwaukee Warlocks79-70

Semifinal dan final: dua kebangkitan

San Diego dua kali memenangi laga Piala dari posisi tertinggal. Di semifinal melawan Kansas City, mereka tertinggal 5-22 setelah kuarter pertama dan 30-46 saat turun minum. Di kuarter ketiga mereka mencetak 32 poin dan hanya kemasukan 11, lalu bertahan hingga 84-82. Playmaker Gottfried Schwab, yang baru bergabung beberapa hari sebelumnya, mencatat 20 poin dan 8 steal. Di sisi lain bagan, Milwaukee mengalahkan Beijing 100-66, dengan Joaquin Prieto mencetak 22 poin dalam 21 menit.

Final pada 3 September dimulai dengan cara yang sama: Milwaukee unggul 23-9 setelah sepuluh menit. San Diego membalas dengan kuarter kedua 28-11, berbalik unggul, dan tak pernah menoleh lagi: 79-70. Milos Zecic bermain penuh 48 menit dan mencetak 18 poin dengan 6 rebound, Simeun Nikolic menambah 18 poin dan 2 blok, Marcel Bernard 13 poin dan 8 rebound. Untuk Milwaukee, Holger Schuhmann mencetak 15 poin dalam 14 menit dan Norval Haggins mencatat 12 poin dan 13 rebound.

Pemain terbaik Piala

Penampilan individu terbaik terjadi di babak kedua: masing-masing 42 poin untuk Benedikt Nagel (Bukares), Urbano Ortiz (Kingston), dan Karl Traut (Brisbane).

Piala Dunia: Spanyol di puncak dunia

Piala Dunia Season 1 mempertemukan delapan tim nasional dengan rating tertinggi, yang dibentuk dari pemain-pemain terbaik setiap negara. Sama seperti di game manajer berbasis browser zaman dulu, sejak era Charazay, tim nasional adalah etalase bagi pemain yang kamu kembangkan di klubmu. Turnamen berlangsung dari 28 Agustus sampai 1 September: dua grup berisi empat tim, lalu semifinal dan final best-of-three.

GrupTimRatingM-KPoin
ASerbia90,53-0287-255
ASpanyol89,52-1242-221
ALituania89,21-2241-275
AAmerika Serikat90,30-3256-275
BPrancis88,53-0300-262
BJerman87,12-1275-267
BItalia84,71-2301-298
BYunani87,30-3284-333

Fase grup menghasilkan kekecewaan terbesar turnamen: Amerika Serikat, tim dengan rating tertinggi kedua, kalah di ketiga pertandingannya, dua di antaranya dengan selisih dua poin (95-97 melawan Serbia, 90-92 melawan Lituania). Yunani juga finis 0-3 dan kemasukan 121 poin dari Italia. Serbia dan Prancis lolos tanpa kekalahan.

Semifinal membalikkan hasil fase grup. Serbia memenangi gim 1 melawan Jerman dengan skor 101-64, selisih 37 poin, lalu kalah di dua gim berikutnya: 76-97 di Jerman dan 78-87 di kandang. Jerman, peringkat ketujuh dari delapan berdasarkan rating, melaju ke final. Spanyol kalah di gim 2 melawan Prancis tetapi memenangi dua gim lainnya, 97-67 dan 101-90.

Di final, Jerman memukul lebih dulu dengan kemenangan 88-80 di Spanyol meski Javier Hernandez mencetak 24 poin. Balasan Spanyol sangat telak: 115-73 di Jerman, selisih 42 poin. Di gim 3, Justo Ibanez, pemain dengan rating tertinggi di gim ini (95), mencetak 30 poin dan Spanyol menang 95-70. Pemain paling lengkap di turnamen adalah playmaker Juan Duran: 15,4 poin dan 2,8 steal per gim, dengan plus-minus +108 dalam sembilan pertandingan. Gunther Schmid dari Jerman menjadi pencetak poin terbanyak di antara para finalis (rata-rata 16 poin, 28 poin di semifinal), sedangkan Djuro Ercegovac dari Serbia mencatat 14,3 poin dengan +97.

Catatan untuk Season 2: Piala Dunia berikutnya, yang dimainkan pada bulan September, dimenangi oleh Prancis.

Penghargaan

Di akhir musim reguler, setiap divisi memberikan penghargaan MVP dan Pemain Bertahan Terbaik. MVP Final dipilih di akhir playoff. Beberapa penerima penghargaan pindah tim di tengah musim: penghargaan dihitung dari apa yang mereka lakukan di divisi tersebut.

DivisiMVPPemain Bertahan Terbaik
Div 1Elmer FraideOvidijus Paulauskas
Div 2Darius GedvilasDarius Gedvilas
Div 3Milos ZecicSalvador Uribe
Div 4Waldemar MullerWaldemar Muller
Div 5Joaquin MonteroNebojsa Lukic
Div 6Gunther SchmidFaustinas Balciunas
Div 7Reinaldo UribeXristos Bakas
Div 8Eimantas DagilisYann Martinez
Div 9Nikolas Fiedler, Otto KleinLino Caruso, Vytautas Jarusevicius
Div 10Ognjen Dimitrijevic, Timoteo Mendez, Hermann Bittner, Lino CarusoTommaso Leone, Bruno Wild, Hunter Spearman, Hermann Bittner

Dua penghargaan di Divisi 1 punya kisah tersendiri. Pada 7 September, Indianapolis masih memiliki Ovidijus Paulauskas, yang mencatat rata-rata 21,7 poin dan 5 steal per gim. Dalam 48 jam, Paulauskas sudah berada di Beijing, dan Indianapolis membayar rekor 2,1 juta untuk Elmer Fraide. Keduanya meraih penghargaan: Paulauskas untuk pertahanannya di Indianapolis, Fraide untuk musim dengan akurasi 70,6% tembakan dan 62,7% tripoin.

Pemimpin statistik

Musim reguler, minimal 12 pertandingan. Rata-rata mencakup semua tim yang dibela pemain selama musim ini.

KategoriPemimpinDi podium
PoinIginio D'Angelo, 26,5 (total 583)Ognjen Dimitrijevic 26,4, Timoteo Mendez 26,2
ReboundPierrick Gaillard, 12,7Baudilio Benitez 12,5, Djuro Filipovic 12,3
AssistHilarion Lara, 6,5Neokles Stamatiou 6,5, Nikolas Fiedler 6,5
StealWolfgang Abt, 4,4Marko Cukic 4,3, Waldemar Muller 3,7
BlokGabriele Sartori, 1,1Lino Caruso 1,1, Vytautas Gustaitis 1,0
Tripoin masukVaios Angelopoulos, 81Hernan Robles 72, Timoteo Mendez 71
EfisiensiPierrick Gaillard, 30,3Daniel Munoz 26,1, Waldemar Muller 25,6

Angka tripoin sangat mencolok: Elmer Fraide 62,7%, Pearly Laboone, seorang center, 64,2%, Reinaldo Uribe 56,6%. Mesin permainan memberi imbalan bagi penembak jitu yang mendapat ruang tembak, persis seperti NBA modern, seperti yang kami jelaskan dalam artikel tentang bagaimana NBA berubah dalam 30 tahun. Tim yang membangun serangan di sekitar tembakan tiga angka, dengan taktik yang tepat, mendapatkan hasil terbanyak.

Penampilan paling berkesan

  1. Darius Gedvilas, 55 poin (Orlando di Atlanta, 31 Agustus): 17/24 tembakan, 8 tripoin, 11 assist. Rekor musim.
  2. Dorian Spruill, 54 poin (Curitiba vs Bratislava, 12 September): 19/22 tembakan dan 10 tripoin. Hampir sempurna.
  3. Faustinas Balciunas, 53 poin dan 8 steal (Auckland vs Teheran, 7 September).
  4. Ognjen Dimitrijevic, 53 poin (Monrovia vs Honiara, 10 September), dalam kekalahan 102-104 lewat perpanjangan waktu.
  5. Reinaldo Uribe, 51 poin dengan 15 dari 18 (Tunis vs Porto, 13 September).
  6. Timoleon Christodoulou, 50 poin, 9 assist, dan 5 steal (Antananarivo vs Siem Reap, 9 September), beberapa hari sebelum pindah ke Jakarta dan meraih gelar.
  7. Wolfgang Abt, 34 poin dan 12 steal (Denver vs San Francisco, 4 September), dalam kemenangan terbesar musim ini, 144-40.
  8. Angel Montero, 42 poin dan 11 steal (Seattle vs Tel Aviv, 30 Agustus).
  9. Waldemar Muller, 40 poin dan 10 steal (San Juan vs Perth, 3 September).
  10. Matteo Lombardo, 47 poin, 12 rebound, dan 8 assist (Wuhan vs Rotterdam, 5 September).
  11. Justo Ibanez, 30 poin di gim penentuan final Piala Dunia.

Nilai para pemain

Nilai kami, dari 1 sampai 10, untuk para pemain yang menentukan Season 1. Penilaian ini memperhitungkan angka, trofi, bobot setiap penampilan, dan ekspektasi berdasarkan rating.

PemainTimMusimNilai
Darius GedvilasOrlando / BrasíliaPertandingan 55 poin, MVP dan Pemain Bertahan Terbaik Div 29,5
Pierrick GaillardEdmonton21,3 poin, 12,7 rebound, efisiensi terbaik di gim9
Elmer FraideColumbus / IndianapolisTransfer rekor, MVP Div 1, tembakan 70,6%9
Waldemar MullerSan JuanMVP dan Pemain Bertahan Terbaik Div 4, 3,7 steal9
Milos ZecicSan DiegoJuara Piala dan top skor, MVP Div 39
Juan DuranSpanyolJuara dunia, +108 dalam sembilan gim8,5
Justo IbanezSpanyol30 poin di gim penentuan final8,5
Helmut PapeOsakaMVP Final, 6,5 steal per gim di final8,5
Zeno FerraraBukaresMVP Final, menghentikan rekor 21-1 Edmonton8,5
Timoteo MendezFreetown26,2 poin, 71 tripoin, MVP di usia 228,5
Nikitas ZahariasGoaMVP Final dari unggulan kedelapan8,5
Slavko DukicEschilo LakersDatang 4 September, MVP Final8
Wolfgang AbtDenverRaja steal, 12 steal dalam satu gim8
Reinaldo UribeTunisMVP, 51 poin, kalah di final8
Milo TownsMilwaukeeMVP Final di Divisi 18
Iginio D'AngeloTashkentTop skor, tapi tanpa playoff7,5
Gunther SchmidTaipei / JermanMVP, tapi kalah di dua final7,5
Karolis StankeviciusMilanRating 94, "hanya" 18,2 poin7
Neokles StamatiouPort Louis / Yunani26 poin di liga, 0-3 di Piala Dunia6

Kejutan

Kekecewaan

Transfer yang menentukan musim

Dengan 2.004 transfer dan 445,6 juta dolar yang dibelanjakan, pasar sama pentingnya dengan lapangan. Inilah kesepakatan yang paling berpengaruh.

Pasar transfer Swish & Dunk dengan kartu pemain yang dilelang, tawaran tertinggi, dan sisa waktu
Pasar transfer berbentuk lelang: di Season 1 ada 18.623 tawaran.
PemainDariKeHargaTawaran
Elmer Fraide (SG, 92)Columbus DominatorsIndianapolis Conquerors$2.104.99127
Christopher Paetow (PF, 92)Washington SorcerersSofia Knights$1.829.36331
Daniel Francois (C, 91)San Juan CaptainsDenver Zombies$1.744.59117
Hilarion Franco (PF, 93)Portland GoblinsMontevideo Wallabies$1.739.04427
Orestas Petrauskas (C, 91)Washington SorcerersAustin Leviathan$1.695.18526
Dejan Bakic (PF, 92)Kansas City BerserkersParis Vipers$1.652.93427
Pearly Laboone (C, 93)Rio de Janeiro WolverinePhiladelphia Isis$1.622.23722
Gerd Arnold (SF, 92)San Diego PharaohsKansas City Berserkers$1.608.63323

Pemain muda yang patut diikuti

Draft Season 1 menghadirkan 224 pemain baru, 16 per grup. Sebagian besar butuh beberapa musim latihan untuk menjadi starter, tetapi beberapa sudah punya angka calon bintang. Pemain dengan potensi 100 sangat langka: hanya ada dua.

Draft Swish & Dunk dengan daftar peringkat pemain muda yang disusun manajer
Draft: setiap klub menyusun peringkat pemain muda dan memilih dengan urutan terbalik dari klasemen.
PemainUsiaPosisiOVR / PotensiTim
Thierry Garnier19PF79 / 100Ottawa Watchmen (pilihan 2, Div 6)
Claude Blanchard20SG74 / 100Cape Town Anteaters (pilihan 5, Div 10)
Caden Varilek20C75 / 98Rotterdam Outlaws
Vincenzo Greco21PF79 / 96Calgary Keepers
Marc Legrand20C75 / 96Paramaribo Raccoons
Herakles Giannakopoulos21SF85 / 95Shohoku
Georgios Konstantinou19SF80 / 95Mombasa Bats (pilihan 1, Div 10)
Gregorio Rincon20PF76 / 95Yangon Thunder (pilihan 1, Div 4)
Lazo Ljubinkovic20SG75 / 95Avignone Warriors (pilihan 1, Div 9)
Antonio Aguirre20C84 / 93Pilihan 1 Div 9, sudah juara dunia bersama Spanyol

Di antara pemain muda yang sudah berperan, perhatikan Giles Florent (22 tahun, 93/96, Denver), Igor Erdeljan (22, 89/96, dibeli Oklahoma City seharga 1,45 juta), Reinaldo Uribe (22, 89/94), Lazar Arsenijevic (22, 88/93, Austin), dan Neokles Stamatiou (25, 83/97), pemilik potensi tertinggi di antara pemain yang sudah mapan.

Pemain terbaik di gim

Pemain dengan rating tertinggi di akhir Season 1:

  1. Justo Ibanez (PF, Spanyol, 27 tahun): 95. Satu-satunya pemain di gim di level itu, sekaligus juara dunia.
  2. Nerijus Kavaliauskas (PF, Lituania, 28): 94, potensi 95. Juara Divisi 2 bersama Beograd.
  3. Raymond Meunier (SG, Prancis, 29): 94, potensi 95. MVP Divisi 1 di pramusim, dijual ke Qingdao seharga 1,56 juta.
  4. Jose Jimenez (PG, Spanyol, 24): 94, potensi 95. Yang termuda di kelompok teratas.
  5. Juan Duran (PG, Spanyol, 25): 94. Pemimpin sang juara dunia.
  6. Roger Lopez (SG, Prancis, 29): 94. Juara Divisi 1 bersama Milwaukee.
  7. Karolis Stankevicius, Herkus Ramanauskas, Miguel Carrasco, Jovica Hristic, dan Jules Guerin: semuanya 94.

Empat dari sebelas pemain dengan rating 94 atau lebih adalah orang Spanyol. Bukan kebetulan Spanyol menjuarai Piala Dunia.

Yang patut disimak di Season 2

Season 2 berjalan sejak 17 September, dan jawaban pertama sudah datang: El Paso menjuarai Piala dan Prancis menjuarai Piala Dunia. Pertanyaan untuk sisa musim:

Jika kamu ingin masuk rangkuman berikutnya, inilah semua yang perlu kamu ketahui tentang Swish & Dunk: gratis, tanpa pay-to-win, dan setiap trofi dalam artikel ini dimenangi dengan mengelola tim di lapangan, bukan dengan mengeluarkan uang. Dan jika kamu datang dari game lain, panduan game manajer basket terbaik kami menjelaskan perbandingannya.

Pertanyaan umum

Siapa juara Season 1 Swish & Dunk?

Milwaukee Warlocks menjuarai Divisi 1, 2-1 di final melawan Washington Sorcerers. Ini gelar kedua beruntun mereka.

Siapa juara Swish & Dunk Cup?

San Diego Pharaohs, tim Divisi 3, mengalahkan Milwaukee 79-70 di final pada 3 September 2026, bangkit dari ketertinggalan 9-23 di kuarter pertama.

Siapa juara Piala Dunia?

Spanyol, 2-1 atas Jerman di final, dengan 30 poin Justo Ibanez di gim penentuan.

Siapa pemain terbaik Season 1?

Pierrick Gaillard dari Edmonton punya efisiensi terbaik dan rebound terbanyak, Darius Gedvilas mencetak rekor musim 55 poin, dan Elmer Fraide menjadi MVP Divisi 1.

Apa transfer termahal?

Elmer Fraide, dari Columbus ke Indianapolis seharga $2.104.991.

Siapa pemain muda terbaik?

Thierry Garnier (19) dan Claude Blanchard (20), keduanya dengan potensi 100.

Mesin pertandingan telah dikalibrasi ulang dengan statistik NBA: cari tahu apa yang berubah di mesin pertandingan baru dan pengaruhnya bagi klubmu.

Rangkuman musim depan bisa saja tentang timmu. Ambil alih sebuah klub di Swish & Dunk: satu pertandingan per hari, pasar transfer sungguhan, sebuah Piala, Piala Dunia, dan tidak ada yang perlu dibeli.

Main sekarang, gratis

Terakhir diperbarui: